Senin, 20 Agustus 2012

Efek kebanyakan makan coto makassar campur nastar

hembusan angin melewati dan memasuki kamarku yang sepi ini mengirimkan kesejukan ke tubihku yang berpeluh keringat setelah melakukan aktifitas harian seorang hamba biasa. tak terasa sudah hari ke 2 dari bulan Syawal, hari dimana masih banyak orang di luar sana yg bersilaturahmi dengan keluarga, mahluk yg katanya leluhur kita di bonbin, dan mall tentunya. dan disini ore sama sempat tertegun sejenak melihat sebuah musang melintas d rumah dengan elegannya sambil sesekali mengibaskan ekornya tanda sedikit kesombongannya mampu menaklukkan gelapnya malam. ramadhan ups i mean lebaran kedua yg penuh dengan renungan. renungan mengenai apakah selama ini saya sudah berada di jalan yang benar? baik sebagai hamba, anak, maupun hulubalang? jawabannya adalah belum bahkan 50% pun belum mencapai itu well at least i try. ah iya seperti tahun2 sebelumnya lebaran ini terasa sepi hanya sesekali melihat BB berdendang menyibakkan isinya yang sebagian mengenai kabar teman2 yg tengah menikmati liburan mereka bersama dengan seseorang yang mereka senangi. dan saya hanya kekeuh melihat bulan dan bintang di harikedua lebaran ini. sampai detik ini saya belum bisa menikmati ataupun merasakan rasa deg2an, maupun semangat dalam menjalani hidup semua nya datar..datar...bahkan tawa renyah dari orang2 di ruangan kantor terdengar seperti hembusan angin di telinga ku..dingin..dan panas hanya dalam hitungan detik. hiyaa whats wrong with my sense..its already dull? or insensitive?.. apapun itu saya akan berusaha lebih dan lebih lagi untuk menghilangkan rasa jemu ini..tapidengancarayang tidak merepotkan orang lain..im sure i will find surely.. yang jelas lebaran ini sangat berkesan karena ternyata saya memiliki tingkat kesabaran dan kepasrahan (apa putus asa ya?) yang sangat tinggi...wlaupun terkadang masih suka guling2an d kasur sambil berteriak sendiri untuk menghilangkan kesepian tapi its workin on me... harapan setelah ramadhan bisa mendapatkan teman teleponan baru karena sudah 1 tahun 6 bulan telepon ku berhenti berdering untuk komunikasi pribadi dan em i miss that moment oh well... at least my mother makasssar coto is still unbeatable eh..hehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar