Aim for the future that starts to turn It’s just that even if it has been recorded already I’ll search for it, even the meaning of getting hurt is in my hands In order to be like me..even my path stained with crimson blood of agony
Senin, 20 Agustus 2012
Anggur itu terasa manis di akhir namun getir dan semeriwing di awal dan tengah
Anggur? ya anggur semacam buah yang biasa digunakan untuk meracik semacam minuman penghilang dingin..diracik dengan tradisional dengan cara di injak-injak, dicicip dikit, kl masih kurang enak lanjut diinjek2 lagi sampai saripati nya yg enak itu keluar dengan sempurna..
Namun yang saya bicarakan kali ini adalah tentang makna dibalik rasa anggur yang getir tapi enak itu.
yup jika boleh memilih diantara dua pilihan manis atau getir, untuk keadaan saat ini saya pasti akan memilih anggur yang berasa getir.
Kenapa?
yup karena saya membutuhkan kegetiran itu untuk dapat memperbaiki sikap dan pemikiran saya yang masih saja pentium satu ini. terbukti beberapa kali saya kena teguran dari beberapa teman karena kelambanan saya dan metode saya yang dinilai terlalu ribet dalam menyelesaikan persoalan baik kantor maupun pribadi. Kegetiran sebagai suatu acuan bahwa saya memang hidup dan bukan setengah hidup.
anggur itu laksana janji yang diucapkan seseorang namun di perjalanan untuk menepati janji tersebut banyak rintangan yang mempengaruhi hasil akhir dari janji tersebut. dan saya mengalami sendiri seminggu sebelum libur lebaran sempat mengalami kegetiran itu yah walaupun bisa saya atasi dengan cara mendengarkan "video berantem ala berandalan vs jagoan neon" dan itu ckup membantu. banyak anggur yang telah ku minum dan hasil akhirnya ngga selalu manis tapi satu hal yang saya percayai bahwa anggur yang berasa getir itu kl lama kelamaan dminum trnyata manis juga>>
"Tuhan ibarat anggur yang dapat memuaskan hasrat dan kebutuhan dasar manusia yakni ketenangan. tidak ada yang dapat mengobati penyaki kejiwaan seperti gersang, terasing, terjatuh, terkucil selain kembali mendekat kepada cawan yang berisi anggur, Tuhan"
Efek kebanyakan makan coto makassar campur nastar
hembusan angin melewati dan memasuki kamarku yang sepi ini mengirimkan kesejukan ke tubihku yang berpeluh keringat setelah melakukan aktifitas harian seorang hamba biasa.
tak terasa sudah hari ke 2 dari bulan Syawal, hari dimana masih banyak orang di luar sana yg bersilaturahmi dengan keluarga, mahluk yg katanya leluhur kita di bonbin, dan mall tentunya.
dan disini ore sama sempat tertegun sejenak melihat sebuah musang melintas d rumah dengan elegannya sambil sesekali mengibaskan ekornya tanda sedikit kesombongannya mampu menaklukkan gelapnya malam. ramadhan ups i mean lebaran kedua yg penuh dengan renungan. renungan mengenai apakah selama ini saya sudah berada di jalan yang benar? baik sebagai hamba, anak, maupun hulubalang? jawabannya adalah belum bahkan 50% pun belum mencapai itu well at least i try. ah iya seperti tahun2 sebelumnya lebaran ini terasa sepi hanya sesekali melihat BB berdendang menyibakkan isinya yang sebagian mengenai kabar teman2 yg tengah menikmati liburan mereka bersama dengan seseorang yang mereka senangi. dan saya hanya kekeuh melihat bulan dan bintang di harikedua lebaran ini. sampai detik ini saya belum bisa menikmati ataupun merasakan rasa deg2an, maupun semangat dalam menjalani hidup semua nya datar..datar...bahkan tawa renyah dari orang2 di ruangan kantor terdengar seperti hembusan angin di telinga ku..dingin..dan panas hanya dalam hitungan detik.
hiyaa whats wrong with my sense..its already dull? or insensitive?..
apapun itu saya akan berusaha lebih dan lebih lagi untuk menghilangkan rasa jemu ini..tapidengancarayang tidak merepotkan orang lain..im sure i will find surely..
yang jelas lebaran ini sangat berkesan karena ternyata saya memiliki tingkat kesabaran dan kepasrahan (apa putus asa ya?) yang sangat tinggi...wlaupun terkadang masih suka guling2an d kasur sambil berteriak sendiri untuk menghilangkan kesepian tapi its workin on me...
harapan setelah ramadhan bisa mendapatkan teman teleponan baru karena sudah 1 tahun 6 bulan telepon ku berhenti berdering untuk komunikasi pribadi dan em i miss that moment oh well... at least my mother makasssar coto is still unbeatable eh..hehe
Sabtu, 18 Agustus 2012
cita-citaku semasa sd-sma adalah menjadi pedagang belut (ikutan postingan teh popi damayanti)
jika aq di beri rejeki dan kesempatan untuk berdagang, maka saya akan berdagang belut dan burung dara. kenapa begitu? karena itu adalah 2 makanan kesayangan saya masa sma ketika semuanya terasa lebih indah dan murah!. dan kedua makanan tersebut kaya gizi dan sering dijadikan makanan pamungkas bagi orang2 yg bosan dengan fastfood dan seafood hehehe sekian dan terima kasih...
Kamis, 02 Agustus 2012
Catatan Di Akhir Malam Yg Bersinar Keperakan Ini
12 jam lebih sudah Ore Sama berkutat dengan huruf, kelakar, harapan, dan usaha demi sebuah cita-cita yaitu menjadi insan yg lebih baik.
dan disini ore sama terpaku didepan komputer sambil melihat foto kenangan masa kuliah yg pada waktu itu segala terasa penuh lika-liku. wahai diriku yang dlu berkutat dengan ilmu manusia dimanakah engkau berada? kemanakah diriku yg penasaran dengan apa itu manusia-keluarga-kematian-karma-ambisi?
ku rindu masa dimana angin semilir menerpa rambutku dan menyibak bekas luka yang terkadang masih meninggalkan rasa sakit..
kemana kah diriku yg dahulu mampu dengan mudahnya jatuh cinta dengan wanita berparas rupawan..
itu semua terkubur jauh dibawah alam sadar Ore Sama..
sekali lagi bulan dan foto kenangan itu menjadi bukti bisu ketidakmampuan Ore Sama berkomunikasi dengan lawan jenis semenjak peristiwa yg menorehkan sejarah dalam kehidupan seorang manusia/pegawai/jamaah/gundamers yg hanya tahu hitam-putih kehidupan..
bangkitlah wahai kepribadian ku yg tertidur..
dan ketika kau bangkit maka itulah saat egois ku muncul dan kegilaan ku dimulai tidak ada lagi jaim..
namun terkadang lisan pun enggan berpendapat terhadap situasi or matters at the hand..bukan..bukan karena cuek namun lebih sebagai sikap observer dan tidak ingin menjadi orang yang selalu berpendapat sesuka hati..coz im observer type of human...
malam makin larut ketika teman nun jauh disana masih ngga bisa tidur karena kebanyakan tidur siang setelah seharian beristirahat demi sang bunda dan sang istri..
bahkan kebebasan untuk berekspresi dan mengungkapkan apa yg ada di pikiran ini pun terhalang demi menjaga komunikasi antar manusia...
kebebasan..ya kebebasan ternyata engkau tak mudah ku raih setelah dengan egoisnya ku lepas demi mahluk yg 90% hanya bercermin pada dirinya bukan pada orang yg ad dekatnya..
23:14...bunyi deru motor masih melaju kencang di depan kamar menandakan malam ini belum berakhir sepenuhnya..
Ore Sama tetap merasa belum bisa menyerap ilmu pekerjaan dengan bagus sebab masi iya masih banyak trick yg belum bisa ku pelajari..
semoga bisa mengikuti jejak para senior untuk mendapatkan hobi atau side job..
coz i need it to conceal my true nature as a psychophat wannabe...
23.16: memegang sendok dengan agar2 coklat siap dmakan dan berharap ini bukan yg terakhir aq bisa memakan hidangan ini..
PS: "People like us
Know how to survive
There's no point in living
If you can't feel the life
We know when to kiss
And we know when to kill
If we can't have it all
Then nobody will"...
Langganan:
Postingan (Atom)