Jumat, 07 September 2012

Ketika Sang 1/2 Istri Menyapa Tanpa Ada Rasa Bersalah

7 September 2012; Alila, Room 0802: 9.36PM masih ngga percaya dengan yang terjadi kemarin lusa ketika sang 1/2 istri dengan santainya memohon maaf lahir batin dan bersikap seperti sebelum berkeluarga (baca: baru kenal dan dalam friends state's).. kata pertama yang terucap adalah ucapan mohon maap lahir batin yang merupakan trademark ketika kita telah selesai berpuasa..saya hanya membalasnya dengan kata2 klise "sama-sama"..dan dimulai lah 'siksaan' batin itu... dan ketika ku membhasnya dengan sang ibunda dan kaka, beliau (ibu) mengatakan kepada saya: maafkanlah dia nak, dan tetaplah berhubungan baik dengannya..ikhlaskan, dilain sisi sang kk berpendapat: ngga usah digubris dia udah terlalu menyepelekan batin kamu dek! kaka sebal mendengarnya.. sampai tulisan ini di ketik, saya masih bingung bagaimana harus bersikap... berbuat baik kepada setiap manusia seperti yang sering kyai dekat ruma bilang ketika khutbah, atau acuhkan seakan2 dia sudah mati di dunia ini?.. dan ketika secercah sinar muncul bernama "kesempatan" dan menyilaukan mata saya dengan harapan menjalin hubungan dengan wanita yang lain, tnyata...kenyataan tidak seindah ajaran yang sering saya terima dari khutbah2 d mesjid dan diskusi di dunia maya.. sadar bener kalau keadaan saya bukannlah keadaan yg bisa diterima perempuan normal terutama gadis..sadar kalau didunia belum kutemukan orang yang sepaham dengan pendapat saya tentang apa itu sederhana dan devotion... dengan sedikit menghela napas ku text temanku yg sudah berbaikhati mengenalkan orang itu, "ngga papa koq, sadar en wajarlah dia bersikap seperti itu ngga ada yg namanya tengah2 kl ngga kanan ya kiri..dan lebih baik kl ragu-ragu di tinggalkan aja"...ngga mudah menemukan orang yg mau dengan keadaan 'seadanya' sebab naluri manusia yang menginginkan lebih dan lebih... en jadilah jadinya saya menghabiskan waktu di hotel ini menikmati fasilitas yang ada sambil melihat fashion tv dan cartoon network untuk pelipur hati sejenak.. pikiran dan hati ini serasa ingin melampiaskan kekesalan dengan mengebom hotel ini namun sayang sejuta sayang hotel ini terlalu bagus untuk di bom karena kecepatan internetnya yang menyamai kecepatan dewa melangkah di angin mayapada... wahai or duhai pasangan hatiku (kalau ada) yg masih kayang nun jauh di pelosok universe ini jikalau kau membaca tulisan ini hendaklah engkau membiarkan aku masuk dalam hatimu dan mari kita bentuk keluarga yang sederhana aja jgn ribet2x